Pages

Subscribe:

About Me

Wednesday, March 13, 2013

Teori Perkembangan Erik Erikson


Eric Erikson mengembangkan teori psikososial sebagai pengembangan teori psikoanalisis dari Freud. Di dalam teori psikososial disebutkan bahwa tahap perkembangan individu selama siklus hidupnya, dibentuk oleh pengaruh sosial yang berinteraksi dengan individu yang menjadi matang secara fisik dan psikologis.

Kedelapan tahapan perkembangan kepribadian dapat digambarkan dalam tabel berikut ini :


1. Trust vs Mistrust (Kepercayaan vs Kecurigaan)
Masa bayi (infancy) ditandai adanya kecenderungan trust-mistrust. Perilaku bayi didasari oleh dorongan mempercayai atau tidak mempercayai orang-orang di sekitarnya. Dia sepenuhnya mempercayai orang tuanya, tetapi orang yang dianggap asing dia tidak akan mempercayainya. Oleh karena itu kadang-kadang bayi menangis bila di pangku oleh orang yang tidak dikenalnya. Ia bukan saja tidak percaya kepada orang-orang yang asing tetapi juga kepada benda asing, tempat asing, suara asing, perlakuan asing dan sebagainya.Kalau menghadapi situasi-situasi tersebut seringkali bayi menangis.

2. Otonomi vs Perasaan Malu dan Ragu-ragu
Masa kanak-kanak awal (early childhood) ditandai adanya kecenderunganautonomy-shame, doubt. Pada masa ini sampai batas-batas tertentu anak sudah bisa berdiri sendiri, dalam arti duduk, berdiri, berjalan, bermain, minum dari botol sendiri tanpa ditolong oleh orang tuanya, tetapi di pihak lain dia telah mulai memiliki rasa malu dan keraguan dalam berbuat, sehingga seringkali minta pertolongan atau persetujuan dari orang tuanya.

3. Inisiatif vs Kesalahan
Masa pra sekolah (Preschool Age) ditandai adanya kecenderungan initiative-guilty. Pada masa ini anak telah memiliki beberapa kecakapan, dengan kecakapan-kecakapan tersebut dia terdorong melakukan beberapa kegiatan, tetapi karena kemampuan anak tersebut masih terbatas adakalanya dia mengalami kegagalan. Kegagalan-kegagalan tersebut menyebabkan dia memiliki perasaan bersalah, dan untuk sementara waktu dia tidak mau berinisatif atau berbuat.

4. Kerajinan vs Inferioritas
Masa Sekolah (School Age) ditandai adanya kecenderungan industry-inferiority. Sebagai kelanjutan dari perkembangan tahap sebelumnya, pada masa ini anak sangat aktif mempelajari apa saja yang ada di lingkungannya. Dorongan untuk mengatahui dan berbuat terhadap lingkungannya sangat besar, tetapi di pihak lain karena keterbatasan-keterbatasan kemampuan dan pengetahuannya kadang-kadang dia menghadapi kesukaran, hambatan bahkan kegagalan. Hambatan dan kegagalan ini dapat menyebabkan anak merasa rendah diri.

5. Identitas vs Kekacauan Identitas
Tahap kelima merupakan tahap adolesen (remaja), yang dimulai pada saat masa puber dan berakhir pada usia 18 atau 20 tahun. Masa Remaja (adolescence) ditandai adanya kecenderungan identity-Identity Confusion. Sebagai persiapan ke arah kedewasaan didukung pula oleh kemampuan dan kecakapan-kecakapan yang dimilikinya dia berusaha untuk membentuk dan memperlihatkan identitas diri, ciri-ciri yang khas dari dirinya. Dorongan membentuk dan memperlihatkan identitasdiri ini, pada para remaja sering sekali sangat ekstrim dan berlebihan, sehingga tidak jarang dipandang oleh lingkungannya sebagai penyimpangan atau kenakalan. Dorongan pembentukan identitas diri yang kuat di satu pihak, sering diimbangi oleh rasa setia kawan dan toleransi yang besar terhadap kelompok sebayanya. Di antara kelompok sebaya mereka mengadakan pembagian peran, dan seringkali mereka sangat patuh terhadap peran yang diberikan kepada masing-masing anggota.

6. Keintiman vs Isolasi
Tahap pertama hingga tahap kelima sudah dilalui, maka setiap individu akan memasuki jenjang berikutnya yaitu pada masa dewasa awal yang berusia sekitar 20-30 tahun. Masa Dewasa Awal (Young adulthood) ditandai adanya kecenderungan intimacy-isolation. Kalau pada masa sebelumnya, individu memiliki ikatan yang kuat dengan kelompok sebaya, namun pada masa ini ikatan kelompok sudah mulai longgar. Mereka sudah mulai selektif, dia membina hubungan yang intim hanya dengan orang-orang tertentu yang sepaham. Jadi pada tahap ini timbul dorongan untuk membentuk hubungan yang intim dengan orang-orang tertentu, dan kurang akrab atau renggang dengan yang lainnya.

7. Generativitas vs Stagnasi
Masa dewasa (dewasa tengah) berada pada posisi ke tujuh, dan ditempati oleh orang-orang yang berusia sekitar 30 sampai 60 tahun. Masa Dewasa (Adulthood) ditandai adanya kecenderungan generativity-stagnation. Sesuai dengan namanya masa dewasa, pada tahap ini individu telah mencapai puncak dari perkembangan segala kemampuannya. Pengetahuannya cukup luas, kecakapannya cukup banyak, sehingga perkembangan individu sangat pesat. Meskipun pengetahuan dan kecakapan individu sangat luas, tetapi dia tidak mungkin dapat menguasai segala macam ilmu dan kecakapan, sehingga tetap pengetahuan dan kecakapannya terbatas. Untuk mengerjakan atau mencapai hal– hal tertentu ia mengalami hambatan.

8. Integritas vs Keputusasaan
Tahap terakhir dalam teorinya Erikson disebut tahap usia senja yang diduduki oleh orang-orang yang berusia sekitar 60 atau 65 ke atas. Masa hari tua (Senescence) ditandai adanya kecenderungan egointegrity-despair. Pada masa ini individu telah memiliki kesatuan atau intregitas pribadi, semua yang telah dikaji dan didalaminya telah menjadi milik pribadinya. Pribadi yang telah mapan di satu pihak digoyahkan oleh usianya yang mendekati akhir. Mungkin ia masih memiliki beberapa keinginan atau tujuan yang akan dicapainya tetapi karena faktor usia, hal itu sedikit sekali kemungkinan untuk dapat dicapai. Dalam situasi ini individu merasa putus asa. Dorongan untuk terus berprestasi masih ada, tetapi pengikisan kemampuan karena usia seringkali mematahkan dorongan tersebut, sehingga keputusasaan acapkali menghantuinya.


Teori Perkembangan Sigmund Freud


Dilahirkan pada tahun 1856 di Chechoslovakia. Beliau seorang doktor perubatan tetapi minat beliau mendalam dalam bidang psikologi dan psikiatri. Menurut Freud personality manusia terdiri daripada tiga bahagian; id, ego dan superego. Id ialah personaliti tidak sedar yang menekankan kepuasaan serta-merta tapi inginkan keseronokan ketahap maksima. Id tempat menyimpan segala keinginan manusia dan ia didorong oleh tenaga labido ( seks ) yang mengandungi desakan asas. Ego ialah bahagian personaliti yang logis serta teratur. Ego mengawal Id supaya Id tidak mengawal norma-norma hidup. Superego ialah bahagian personaliti yang bermoral. Superego berkembang secara beransur-ansur sejak kanak-kanak ketika berinteraksi dengan ibubapa atau gurunya. Superego akan menghantar maklumat kepada Ego dan Ego kepada Id. Mengikut Freud, setiap kanak-kanak berkembang melalui lima peringkat;


1. Peringkat Oral ( lahir- 18 bulan )
Kanak-kanak perlukan kasih sayang dan kepuasan dari ibubapa daripada aktiviti menghisap ( sebelum 18 bulan ) dan menggigit ( selepas 18 bulan ).


2.Peringkat anal atau dubur ( 2- 4 tahun )
Kanak-kanak telah bersedia dan mengawal fungsi biologi seperti membuang air. Kepuasan bukan lagi melalui aktiviti mulut tetapi melalui pembuang najis. Kanak-kanak akan memberi perhatian lebih terhadap kawalan buang air kecil dan besar supaya diterima dan dikasih oleh ibubapa.


3. Peringkat falik atau kubul ( 4- 6 tahun )
Pada peringkat ini kanak-kanak selalu memegang organ kejantinaan untuk mendapatkan kepuasaan. Kanak-kanak telah mula mempunyai perasaan terhadap ibubapa sendiri . Kanak-kanak lelaki terhadap ibu sendiri dan mudah berlaku konflik Oedipus sementara kanak-kanak perempuan berlaku konflik Elektra. Oleh itu ibubapa mesti memain peranan penting dalam mengawal dan memenuhi perasaan supaya konflik tidak berlaku.


4. Peringkat pendaman ( 6- 12 tahun )Pada peringkat ini kasih sayang dan keberahian telah bertukar kepada rakan sebaya. Kanak-kanak yang berjaya mengatasi dan mengawal perasaan ini boleh menjadi orang yang baik.



5. Peringkat kejantinaan ( 12 tahun ke atas ). Peringkat ini dikatakan awal remaja, mereka mula menaruh minat terhadap rakan sebaya yang berlainan jantina. Menurut Freud, tenaga seks ( labido ) akan mendorong individu menaruh minat terhadap individu di luar keluarga mereka.

Teori Perkembangan Jean Piaget




Piaget ialah ahli psikologi perkembangan yang mengkaji tentang perkembangan kognitif. Beliau telah membahagikan empat peringkat perkembangan kognitif ia itu :








1. Peringkat Deria Motor ( 0-2 tahun ).
Kanak-kanak berubah daripada organisma yang reflek kepada organisma yang berfikir menggunakan bahasa, membezakan objek-objek dengan diri dan membuat klasifikasi. Berupaya melakukan dan menyelaraskan maklumat yang diterima.

2. Peringkat Pra Operasi ( 2-7 tahun )
Pembelajaran bahasa berlaku dengan pesat dapat menamakan benda-benda.
Kanak-kanak bersifat egosentrik.

3. Peringkat Operasi Konkrit ( 7-11 tahun )
Membentuk pemikiran logik tetapi terhad.Berupaya memahami konsep dan hipotesis yang mudah.

4. Peringkat Operasi Formal ( 11-15 tahun )
Mula berfikiran abstrak. Berupaya menyelesaikan masalah yang konkrit dan abstrak.

Teori Perkembangan Robert Havighurst




Robert Havighurst seorang psikologi Amerika terkenal dengan teori perkembangan sosio budaya dan antropologi. Beliau berpendapat perkembangan kanak-kanak amat dipengaruhi oleh persekitarannya. Institusi keluarga amat mempengaruhi personaliti kanak-kanak. Havighurst membahagikan tiga peringkat;


1. Peringkat Bayi dan Awal Kanak-kanak ( 0-6 tahun)
Kanak-kanak mula bercakap, mula berintraksi dengan orang lain, belajar bertolak ansur dan bertimbang rasa, sedia mendengar pandangan orang lain dan boleh membezakan betul dan salah.

2. Peringkat Pertengahan Kanak-kanak ( 6-12 tahun )
Menguasai beberapa kemahiran dalam permainan, kemahiran 3M, mula berkawan dengan orang lain dan mampu memahami konsep hidup serta moral.

3. Peringkat Awal Remaja dan Remaja ( 12-18 tahun )
Bentuk badan mula berubah, minat bergaul dengan rakan berlainan jantina, ingin kebebasan dan konsep baik dan buruk semankin mantap.

Teori Perkembangan Arnold Gesell



Menurut Gesel, perkembangan merupakan suatu proses kematangan atau fisiologi. Selagi kematangan fisiologi tidak dicapai, apa sahaja yang dilakukan seperti berjalan tidak akan berjaya. Gesell telah membahagikan perkembangan kanak-kanak kepada lima peringkat;












1. Peringkat Pertama ( 0- 1 tahun )
· Umur 1 bulan: tangisan berlainan untuk menyatakan kehendak yang berbeza seperti tangisan lapar berlainan dengan tangisan menarik perhatian.
· Umur 4 bulan : mata boleh bergerak mengikut gerakan objek.
· Umur 6 bulan : dapat menggenggam objek.
· Umur 7 bulan : boleh duduk dan merangkak.
· Umur 12 bulan : boleh berdiri dan memegang objek tinggi.



2. Peringkat Kedua ( 1- 2 tahun )
·  Boleh bertatih, berjalan, berlari, bercakap dan sudah mula tahu makna “ jangan”



3. Peringkat Ketiga ( 2- 3 tahun )
· Boleh makan bersendirian dan mula bercakap dengan menggunakan ayat mudah.



4. Peringkat Keempat ( 3-4 tahun )
·Dapat naik basikal beroda tiga dan menerima arahan mudah.



5. Peringkat Kelima ( 5 tahun )
·Telah mula mengemukakan soalan dan bersedia masuk prasekolah.

Monday, March 4, 2013

Headstart







1. Program of the United States Department of Health and Human Services that provides comprehensive education, health, nutrition, and parent involvement services to low-income children and their families. 
2. The program's services and resources are designed to foster stable family relationships, enhance children’s physical and emotional well-being, and establish an environment to develop strong cognitive skills.
3. Launched in 1965 by its creator and first director Jule Sugarman
4. Originally conceived as a catch-up summer school program that would teach low-income children in a few weeks what they needed to know to start kindergarten. 
5. The program was further revised when it was reauthorized in December, 2007. 
6. "Head Start promotes school preparation by enhancing the social and cognitive development of children through the provision of educational, health, nutritional, social and other services." 
7. Head start program provided services of : 
  • Early Head Start Program promotes healthy prenatal outcomes, healthy families and infant and toddler development beginning as young as newborns.
  • Head Start helps to create healthy development in low-income children ages three to five. Offers services that depend on each child and family's culture and experience, to influence all aspects of a child's development and learning.
  • Family and Community Partnerships Head Start offers parents opportunities and support as they identify and meet their own goals, nurture their children in the context of their family and culture, and advocate for communities that support children and families of all cultures.
  • Migrant and Seasonal Head Start provides Head Start services to children of migrant and seasonal farm workers. Services target children from six-months to five-years of age. Because of the families' work constraints, service hours are longer and programs extend for fewer months than traditional Head Start.
  • Head Start targets Indigenous peoples of the Americas Native children and families.

4/3/2013

11 Anjakan Pelan Pembangunan Pendidikan



1. Menyediakan kesamarataan akses kepada pendidikan berkualiti bertaraf antarabangsa.
2. Memastikan setiap murid profisien dalam bahasa Malaysia dan bahasa Inggeris.
3. Melahirkan rakyat Malaysia yang menghayati nilai.
4. Transformasi keguruan sebagai profesion pilihan.
5. Memastikan pemimpin berprestasi tinggi ditempatkan di setiap sekolah.
6. Mengupaya JPN, PPD dan sekolah untuk menyediakan penyelesaian khusus berasaskan keperluan.
7. Memanfaatkan ICT bagi meningkatkan kualiti pembelajaran di Malaysia.
8. Transformasi kebolehan dan keupayaan penyampaian pendidikan.
9. Bekerjasama dengan ibu bapa, komuniti dan sektor swasta secara meluas.
10. Memaksimumkan keberhasilan murid bagi setiap ringgit.
11. Meningkatkan ketelusan akauntabiliti awam.